Feature

Nifi Nabela Kuak Motivasi Ikut Paket Kesetaraan

Oleh: Matt Rey Kartorejo

Selimut bahagia bersama nafas kelegaan membungkus Nifi Nabela Karim. Wajah berseri-seri terpancar jelas dari goresan mukanya.

Saat mendapatkan ijazah paket C, perempuan ramah itu sangat senang. Sebab apa yang menjadi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sudah ia dapatkan.

Ia mendapatkan ijazah setelah mengikuti pendidikan program kesetaraan paket C, setara Sekolah Menengah Atas (SMA), tahun pelajaran 2021-2022.

Tuntas memenuhi seluruh kriteria sesuai peraturan perundang-undangan, pada tanggal 5 Mei 2022, Nifi Nabela Karim dinyatakan lulus.

Ijazah kesetaraan paket C memang sangat diidam-idamkan alumni SMP Kristen Dumoga ini. Rindu itu ia tuturkan saat bersua dengan media TotabuanExpress pada 12 Desember 2022, di Sekolah Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tutuyan.

Saat berbincang ringan, perempuan 27 tahun ini mengaku bahwa program SPNF SKB Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) tentang paket kesetaraan sangat membantunya.

“Ini sangat membantu sekali,” ujar Nifi Nabela dengan wajah berseri-seri.

Motivasi wanita berdarah Gorontalo-Mongondow ini dalam mengikuti paket kesetaraan, tidak lain untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Meski sudah menikah, warga Desa Tombolikat Selatan (Tomsel), Kecamatan Tutuyan ini tetap mengedepankan dunia pendidikan. Terbukti, ia kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT) yang ada di Kotamobagu. Di sana, anak dari Ridwan Karim ini mengambil jurusan Manajemen.

“Motivasi saya ikut paket C supaya saya boleh kuliah dan boleh dapat kerja. Dan sekarang saya sudah mendapatkan ijazah, tentunya saya sangat senang. Sekarang saya kuliah di UT Kotamobagu, mengambil jurusan Manajemen,” tutur perempuan kelahiran Tombolikat, 19 Agustus 1995 ini.

Baca Juga :   I Gusti Ngurah Rai, Komandan Yang Menghargai Anak Buahnya

Hasrat Nifi melanjutkan studi bukan karena ada dorongan dari orang tua, atau pun suami. Tapi niat itu lahir dari dirinya sendiri. Ia berkata, paket C dianggap sebelah mata. Dari situlah keinginannya lanjut studi semakin kuat.

“Keinginan untuk kuliah dari diri sendiri sebab sekarang paket C dipandang sebelah mata. Jadi mau lanjut kuliah,” ucap sosok yang sangat doyan bakso ini.

Nifi Nabela bercerita, ketika ia kuliah di UT, dirinya merasa nyaman dan tidak ada beban. Sebab di UT, berlaku sistem online. Jadi waktu dengan keluarga di rumah lebih banyak.

“Sangat disarankan for mama-mama muda sama deng torang di UT, karena online. Dengan nda hari-hari pertemuan, jadi ada waktu banyak di rumah sambil belajar,” ucap pengagum warna kuning ini dengan logat kental Manado.

Langkah Nifi Nabela ini patut dijadikan motivasi, sebab kebanyakan orang ketika sudah menikah, hasrat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi mulai pupus. Padahal pendidikan itu sangat penting.

Nelson Mandela pernah berucap, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia.” (*)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button