Feature

Menguak Kiat Sukses SKB Tutuyan dan Rahasia Paputungan Bakar Semangat

Oleh: Matt Rey Kartorejo


KAMIS, 11 Agustus 2022, kala itu cuaca di ibu kota Boltim amat panas. Kami sambangi Kepala SPN SKB Tutuyan, Anton Paputungan. Saat bertemu dengannya, sedikit basa-basi aku kemudian melayangkan beberapa pertanyaan terkait program-program SKB ke depan. Semua pertanyaan dijawab oleh Anton dengan tenang. Kami kemudian berbincang-bincang sambil menikmati beberapa gelas air mineral.

Usai berbincang ringan, Anton kemudian menceritakan pengalamannya ketika mengurus para peserta yang ikut ujian paket kesetaraan.

Kurang lebih dua tahun bapak dua anak ini menjabat sebagai Kepala SPN SKB Tutuyan (2018-2019). Pada masa itu, ratusan peserta paket C yang ikut ujian berhasil lulus. Hal itu menjadi kebanggaan bagi diri Anton selaku penyelenggara.

Mantan Kepala Seksi Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga ini bertutur, saat mengurus para ‘pemburu ijazah’ setara SMA itu,  tidak ada kesulitan dan kendala yang ia hadapi, tapi yang ada hanya kemudahan-kemudahan.

“Kalau kendala tidak ada, justru kemudahan-kemudahan, sebab aspek data dalam ujian itu semuanya diatur dengan manual. Kalau sekarang diatur dengan by sistem sejak 2021.
Perbandingan dengan sekarang ini lebih sulit dengan dulu,” ujar alumni SMA PKP (Pondok Karya Pembangunan) Kombos Tahun 1999 ini saat berbincang-bincang di tempat kerjanya.

Kesuksesan SPN SKB Tutuyan menurut Anton, hari ini sangat luar biasa, sebab terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Hal itu dibuktikan dengan adanya anggaran di instansi tersebut.

“Kesuksesan SKB hari ini sampai ke depan luar biasa, karena dapat perhatian khususnya dari Bupati Sam Sachrul Mamonto. Terbukti dengan adanya anggaran,” tutur mantan kepala seksi kurikulum di Dinas Pendidikan Boltim.

Pria yang gemar membaca ini berpesan bagi mereka yang ingin mengejar ijazah kesetaraan paket A, B, C, diharapakan harus lebih serius dengan adanya program tersebut.

Baca Juga :   Memori Dermaga Kotabunan, Panggilan Senja dan Keriangan Para Remaja

“Keseriusan pemerintah dengan ketersediaan anggaran yang memadai, diharapakan kepada masyarakat yang membutuhkan ijazah paket A, B dan C, harus juga ada keseriusan karena ini adalah program. Artinya program ini tidak selamanya, tapi dengan adanya perhatian bupati, maka program ini muncul,” ungkap Alumni IAIN Gorontalo ini.

Upaya dan Motivasi Bagi Para Peserta Ujian

Terwujudnya insan yang beriman, cerdas, terampil, berkualitas dan mandiri, memiliki taraf hidup serta penghasilan tetap, adalah visi instansi Satuan Pendidikan Nonformal (SPN) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Instansi besutan Anton Paputungan itu membawa lima misi: menjamin penyelenggaraan institusi unggul yang profesional dan akuntabel, menyelenggarakan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pengguna, melatih warga belajar yang memiliki keterampilan dalam memenuhi tuntutan dunia kerja, mengembangkan kecakapan hidup, bekerja dan berusaha hidup mandiri, serta menumbuhkan kepribadian warga belajar yang baik agar berbudi pekerti yang luhur.

Misi tersebut bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang positif bagi warga belajar untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, menjamin warga belajar agar dapat menyelesaikan pendidikan dasar menengah yang bermutu dan berkualitas, menjamin pemenuhan kebutuhan belajar bagi warga belajar yang putus sekolah melalui program pendidikan kesetaraan dan kecakapan hidup, serta membekali warga belajar agar bertaqwa kepada Tuhan dan patuh pada ajaran agama.

Belum lama ini, SPN SKB Tutuyan menyelenggarakan Ujian Kesetaraan Paket (UKP) yang digelar di ruang SKB Desa Togid. Demi dunia pendidikan, berbagai upaya dilakukan Anton Paputungan agar seluruh peserta bisa ikut ujian. Ia bersama beberapa staf turun langsung menemui para peserta yang sudah keluar Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) namun tidak sempat ikut ujian. Para peserta ditemui di rumahnya masing-masing.

Baca Juga :   Memilih Jadi Tukang Cukur Rambut, Rusdi Palar Fokus Menjaga Kualitas Kerja

Langkah tersebut dilakukannya dengan penuh hasrat dan semangat untuk mengetahui alasan kenapa peserta tidak mengikuti ujian.

Saat menyambangi mereka, Anton membakar semangat para peserta ujian dan terus memberikan penguatan serta motivasi kepada mereka agar mempergunakan kesempatan yang ada. Upaya yang dilakukan Kepala SPN SKB berbuah manis, para peserta yang tidak sempat mengikuti ujian akhirnya ikut ujian susulan dan lulus seratus persen.

Selaku pucuk pimpinan di SPN SKB Tutuyan, Anton terus memberikan pelayanan yang terbaik serta menempa para peserta ujian paket agar apa yang menjadi ekspektasi akseptor bisa terwujud sesuai harapan. (*)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button