BoltimPemerintahanRagam

Komitmen Bupati Sachrul Dalam Merawat dan Melestarikan Adat Budaya di Boltim

TUTUYAN, TotabuanExpress.co.id – Kemeriahan Karnaval dan Kirab Budaya Adat Jawa merupakan bagian dari puncak perayaan Java Culture Fest (JCF) yang sudah diselenggarakan sejak 31 Mei sampai 4 Juni 2023 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), bersama dengan masyarakat Jawa yang berada di Kecamatan Modayag.

Puncak JCF tersebut dihelat di lapangan Arjuna Desa Purworejo Kecamatan Modayag, Minggu (4/6/2023).

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia JCF, Eko Purnomo, kemudian pembacaan sejarah masuknya suku Jawa ke Kabupaten Boltim oleh Syamsudin Rahmat, serta dimeriahkan oleh tarian-tarian tradisional Jawa.

Ribuan masyarakat tumpah ruah menanti kemeriahan malam hiburan rakyat yang diisi oleh pertunjukan opera, band dan artis Megi Diaz.

Dalam sambutannya Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, S.Sos M.Si., menegaskan Komitmennya dalam merawat serta melestarikan adat dan budaya yang ada di tanah Totabuan Timur.

“Negara kita dikenal dengan keragaman adat budaya yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Kita sebagai anak bangsa wajib untuk terus melestarikan budaya, hal ini saya lakukan tentu untuk melestarikan budaya, saya orang Mongondow tapi saya begitu menghargai adat Jawa karena di Boltim tentu ada masyarakat Jawa, bagaimana mereka datang kesini dibawah oleh Belanda pada tahun 1928. Ini yang harus kita lestarikan dan ceritakan kepada anak cucu kita, tidak boleh kita lupakan sejarah maka ketika saya dilantik menjadi bupati saya berkomitmen mengangkat seluruh budaya yang ada di Boltim,” Kata Bupati Sachrul yang juga satu-satunya di Sulawesi Utara menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Keraton Surakarta.

Pucuk pimpinan Boltim ini menyebut, pelaksanaan kegiatan JCF ini akan diambil alih oleh Kementrian apabila dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Ini kedua kali JCF dilaksanakan, artinya satu kali lagi kita laksanakan Festival JCF ini akan diambil alih oleh kementrian, pembiayaannya juga akan diambil alih oleh kementrian, makannya ini saya lakukan selama dua kali berturut-turut dan Insyaallah tahun depan juga kita akan laksanakan,” tutur Sachrul.

Baca Juga :   KNPI Boltim Seriusi Penanggulangan Covid-19

Ia mengatakan, gelar yang diberikan oleh Keraton Surakarta tak luput juga dari peran masyarakat yang mendukung penuh program pemerintah dalam pelestarian adat dan budaya.

“Pihak Keraton Surakarta memberikan saya gelar kehormatan bahkan dianggap sebagai bagian keluarga Keraton Surakarta dan itu menjadi sebuah kebanggaan kita bahwa di Sulut hanya ada satu kepala daerah yang diundang untuk diberikan gelar oleh Keraton Surakarta, dan itu ada di Boltim, karena pemerintah mengangkat budayanya dan masyarakat mendukung penuh dengan semangat,” tutur bupati.

Di akhir sambutan, orang nomor satu Boltim ini berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan pergelaran JCF.

“Selanjutnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Modayag, seluruh aparat dan perangkat desa, tokoh adat serta tokoh masyarakat yang berada Purworejo dan Liberia bersatu yang telah bahu membahu menopang berhasilnya acara ini,” tuntasnya.

Turut hadir Ketua TP PKK Boltim Ny Seska Ervina Budiman, S.Sos., Walikota Kotamobagu Ir Tatong Bara, Mantan Bupati Bolaang Mongondow Hj Marlina Moha Siahaan, Kapolres Boltim, Dandim1303, Kapolres Kotamobagu, Anggota DPRD Sulut  Nursiwin Dunggio, para Asisten Pemkab Boltim, seluruh Kepala OPD, Camat, seluruh Kepala Desa, tokoh adat dan tokoh masyarakat. (*/Rey)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button