HukrimNasional

Enam Oknum Polisi Diperiksa Mabes Polri

Sultra, TotabuanExpress.co.id – Enam oknum polisi yang berstatus terperiksa oleh tim investigasi dari Markas Besar (Mabes) Polri mengaku membawa senjata api (Senpi) saat melakukan pengamanan unjuk rasa mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9/2019) lalu.

Enam oknum polisi itu antara lain satu perwira yakni DK sisanya bintara yakni GM, MI, MA, H dan B. Mereka berasal dari unit serse dan intelijen Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dan Polres Kendari.

Kepala Biro (Karo) Provos Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo menjelaskan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari Propam, pemeriksaan saksi-saksi, tim investigasi ini sudah bisa menentukan ternyata ada berapa anggota yang memang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu tidak disiplin.

“Sehingga sudah kita tetapkan enam anggota yang menjadi terperiksa karena pada saat terjadi unjuk rasa membawa senjata api. Saat ini ke enamnya kita lakukan pemeriksaan, kebetulan ke enam-enamnya dari jajaran tertentu, dari intel dan serse,” ungkap Brigjen Pol Hendro Pandowo di Mapolda Sultra, Kamis (3/10/2019)

Divisi Propam Polri saat ini masih mendalami apakah enam orang ini masuk dalam surat perintah pengamanan unjuk rasa atau tidak. Menurut Hendro, Kapori Jenderal Tito Karnavian telah menyampaikan dalam pengamanan unjuk rasa dilarang membawa senjata api.

“Keenam orang ini membawa senjata laras pendek jenis NW, HS dan MAG,” jelasnya.

Lanjut Hendro, pihak Propam masih akan melakukan olah TKP, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, selanjutnya melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum terhadap ke enam polisi tersebut menentukan enam ini.

“Setelah gelar perkara kita akan menentukan ke enam sebagai tersangka. Iya, segera kita berkas, kemudian kita sidangkan, lalu kita sampaikan kepada rekan media dan masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :   Bupati Sehan Hadiri Rakornas Bersama Pemerintah Pusat

Untuk pemeriksaan senjata, proyektil dan selongsong menurut dia, saya tim ini dibentuk gabungan dibawah inspektorat pengawasan umum (irwasum) di bidangnya masing-masing.

“Saya di bidang pelanggaran disiplin anggota, untuk terkait dengan pemeriksaan senjata maupun proyektil dan selongsong belum bisa saya sampaikan. Tapi saya juga monitor, saat ini sudah dibawa ke Puslabfor Makassar,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button