Ekonomi & BisnisNasional

Diberi Modal Rp150 juta, BUMDes Niagara Beri PADes Rp600 Juta

MAJALAYA, AYOBANDUNG.COM — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Niagara bentukan Desa Wangisagara, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, mampu memberi kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp600 juta per tahun.

Kesuksesan BUMDes Niagara dalam menjalanlan usahanya tidak terlepas dari keuletan pengurus dan tidak banyaknya intervensi Pemerintah Desa. Sekretaris BUMDes Niagara Saepul Hidayat mengatakan, BUMDes Desa Wangisagara dibentuk pada 2003.

“Awalnya pada 1999, Desa Wangisagara masuk dalam Desa Tertinggal,” tutur Saepul, ketika ditemui, Kamis (6/2/2020).

Saat itu, Desa Wangisagara mendapat bantuan Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertingggal (P3DT) dari pemerintah pusat sebesar Rp150 juta.

Tokoh desa setempat menggunakan dana Rp150 juta tersebut untuk membangun pasar di atas tanah carik.

“Ada puluhan kios yang dibangun dan disewakan kepada pedagang,” ujarnya.

Selama beberapa tahun, pasar tersebut dikelola oleh 4 pengurus. Hingga 2003 Pemerintah Desa Sagarawangi membentuk BUMDes  Niagara yang merupakan akronim dari Niaga Desa Wangisagara.

BUMDes Niagara mengelola pasar yang dibangun dari dana P3DT. Dari puluhan kios, setelah dikelola oleh BUMDes Niagara, sekarang telah berkembang menjadi 200 kios.

“Setelah bisa mengelola pasar, muncul ide untuk melakukan pengembangan usaha,” ujarnya.

Simpan pinjam menjadi usaha kedua BUMDes Niagara. Konsumennya adalah pedagang pasar Desa Wangisagara. Dengan pengelolaan dan menejemen rapih, usaha simpan pinjam yang semula hanya bagi pedagang pasar, kemudian berkembang. Tidak hanya pedagang yang dilayani, masyarakat Desa Wangisagara pun bisa mengajukan pinjaman.

Bahkan saat ini masyarakat yang berada di Kecamatan tetangga dilayani untuk peminjaman dana.

“Awalnya pinjaman hanya bisa diberikan sebesar Rp2 juta-Rp3 juta. Sekarang sudah bisa meminjam sampai Rp50 juta. Harus ada jaminan, mau BPKB kendaraan atau sertifikat tanah,” katanya.

Baca Juga :   Pengabdian Kepada Masyarakat, Pemdes Bulawan Dua dan JPT Unsrat Manado Gelar Pertemuan

Tenor yang diberikan, kata Saepul, 10-30 bulan tergantung besar pinjaman dengan suku bunga sebesar 1,7% per bulan.

Kini nasabah BUMDes Niagara telah mencapai 3.000 orang dan memiliki aset sebanyak Rp12 miliar.

Pengembangan usaha pun akan terus dilakukan, salah satunya yang sedang dijajaki adalah produksi air kemasang Kangen Water.

“Rencana ke depan akan menjajaki penjualan sandal, karena di semua RW Desa Wangisagara ada potensi perajin sandal,” tuturnya.

Dengan kesuksesan usaha, kata Saepul, BUMDes Niagara bisa memberikan PADes kepada Desa Wangisagara sebesar Rp600 juta per tahun.

“Kunci suksesnya sih, tekun dulu dalam satu bidang usaha yang produktif. Terus pemerintah Desa tidak banyak merongrong. Di sini alhamdulillah, walaupun telah beberapa kali ganti Kades, tapi tidak banyak intervensi ke BUMDes, pengurusnya juga tidak banyak diganti. Penggantian pengurus sesuai dengan SK saja, tiap 5 tahun, itu juga orangnya tidak banyak berubah,” tuturnya.

SUMBER (AYOBANDUNG.COM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button