BoltimDaerahEkonomi & Bisnis

Berhasil Kelola BUMDes, Desa Atoga Timur Terima Reward Dari Kemendes

BOLTIM, KabarTotabuan.com – Desa Atoga Timur Kecamatan Motongkat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Desa (Kemendes) yang sukses dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Hal ini terbukti pada hari Senin, (25/11/2019) besok Bumdes Pelangi Desa Atoga Timur ini akan menghadiri undangan Kemendes untuk menerima Reward untuk BUMDes Inovatif  tingkat Nasional dalam program Inovasi Desa 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan  Masyarakat Desa Uyun Pangalima, melaui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Usaha Ekonomi dan Tata Guna, Suzan Emor. Mengatakan, Desa Atoga Timur satu di antara 80 Desa di Boltim yang akan menerima penghargaan dari Kemendes.

“Penghargaan tersebut akan di serahkan langsung pada acara Rakornas tentang program Inovasi Desa 2019, Senin besok,” ujar Suzan Emor kepada media ini. Minggu, (24/11/2019)

Atas predikat yang sudah di torehkan oleh Desa Atoga Timur dalam mengelola BUMDes ini dapat menjadi contoh positif bagi Desa-Desa lain yang ada di daerah ini guna menuju Boltim Unggul.

“Saya menghimbau agar Desa-Desa lainnya tentunya dapat termotivasi untuk kembangkan Desa lewat BUMDes. Perbanyak inovasi dan kretifitas dengan pemanfaatan Dana Desa (DD). Dan Dinas PMD selalu siap membantu dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan tersebut agar desa semakin maju dan sejahtera,” ujar Suzan.

Sembari menambahkan. Penerimaan penghargaan kepada Desa Atoga nantinyan akan di terima langsung oleh  Wakil Bupati Rusdi Gumalangit di dampingi Dinas PMD dan Sangadi Atoga Timur.

Sangadi Atoga Timur Kanno Ngato di konfirmasi media kabartotabuan.com melalui jaringan telpon celuler. Menyampaikan, bahwa Desa yang di pimpinannya salah satu penerima reward dari Kemendes tentang Inovasi Desa Tingkat Nasional 2019.

Baca Juga :   Gelar Operasi Zebra 2020, Simbala: Jadikan Keselamatan Sebagai Kebutuhan

“Penerima Reward ini yang di nilai oleh Pemerintah Pusat dalam sistem pengembangan BUMDes lewat DD,“singkatnya.

Dirinya tidak pernah menyangka program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakannya selama ini telah mengantarkan Desa Atoga pada tingkat Nasional.

“Yang di kelola BUMDes pelangi dalam pemberdayaan masyarakat Desa Atoga Timur. Yakni, kerajinan tangan, keterlibatan masyarakat ciptakan kuliner, dan perekrutan tenaga kerja di tempat wisata  sebagai, dan masih banyak lagi. Nah ini tujuan BUMDes untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Desa,”ujarnya.

Selain itu BUMDes kata dia, setiap penganggaran pemberdayaan dan infrastruktur, harus berkesinambungan supaya hasilnya bermanfaat.

“Misalkan pada tahun 2018 mengangggarkan infrasruktur jalan dari 1200 meter  yang di anggarkan baru hanya 600 meter, berarti masih ada 600 meter lagi yang tersisa belum kerjakan. Nah pada tahun 2019 sisa jalan ini harus di anggarkan lagi agar terampung supaya bisa di nikmati oleh masayarakat. Kemudian pada tahun berikut baru bisa pindah ke tempat lain supaya tuntas. Tapi jangan belum selesai di satu program sudah memprogramkan yang lain nantinya semua tidak akan ada yang tuntas. Itu sama halnya meletakkan program tidak melihat sisi manfaat, yang  rugi kita dan Desa itu sendiri, program tidak rampung uang habis,” paparnya.

Atas prestasi yang di raihnya saat ini tidak lepas dari bimbingan Bupati Bolaang Mongondow Timur.

“Saya merasa bangga dan terima kasih kepada bapak Bupati Sehan Landjar, yang disetiap waktu memberikan pandangan positif dalam pengelolaan Dana Desa agar memprioritaskan dana untuk BUMDes sehinggah Desa Atoga Timur bisa seperti sekarang ini. Selain itu pula dari Dinas PMD yang  selalu memberikan suport kepada Desa Aroga Timur,” ucap Kanno.

Baca Juga :   Tenaga Pendidik Non ASN Boltim Didata

Dengan reward ini dirinya akan lebih meningkatkan program pemberdayaan dan infrastruktur demi masyarakat Desa Atoga Timur yang maju lebih sejahtera.

“Kalau mempertahankan, artinya kita bukan hanya bangga sampai di sini saja. Bagi saya sebagai kepala desa, ini belum pada titik keberhasilan yang sepenuhnya karena ini masih dalam tahap berkembang. Namun kedepan dengan adanya bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten yang sekarang ini sudah banyak yang masuk ke Desa, saya selalu optimis dan kedepan terus berupaya berinovasi. Nantinya saya berpikir masyarakat Atoga Timur  yang tersentuh dengan DD lewat program pengembanmgan wisata itu sudah sekitar seratus orang lebih. Yah harapan saya kedepan semua masyarakat di situ tidak perlu lagi kerja di luar melainkan semua masyarakat saya di buatkan badan usaha untuk dipekerjakan di tempat wisata,”harapnya.

Sembari menambahkan. Selain dari reward ini.  Sebelumnya Desa Atoga Timur telah mendapat bantuan dana dari Pemerintah Pusat untuk Sarana Prasarana (Sapras) berjumlah Rp500 juta, kemudian dana Inkubasi Rp 1 Miliar lebih.

(Red)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button