Jantra Damopolii

TUTUYAN, TotabuanExpress.co.id – Penerima bantuan beasiswa anak asuh di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pekan ini selesai dicairkan.

Hal ini dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Jantra Damopolii, saat bersua dengan media ini, Sabtu (18/12/2021).

“Bantuan program anak asuh hampir selesai. Sekarangkan berkas masih di DPKAD, mudah-mudahan minggu ini sudah selesai,” kata Damopolii.

Pencairannya kata Damopolii, berkas harus lengkap agar tidak ada kendala, sebab lanjut dia, kalau berkas tidak lengkap, itu yang menjadi kendala pada proses pencairan.

“Kalau berkas tidak lengkap, itu yang jadi kendala,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk pengurusan berkas ada beberapa tahapan, sehingga harus melalui proses.

“Kalau ada berkas yang sudah lengkap dan belum dicairkan, Itu proses, karena prosesnya kan bukan hanya di Kesra. Dari Kesra diferivikasi, kemudian di Badan Keuangan di ferivikasi lagi kemudian di DPKAD. Jadi tahapannya ada tiga. Pada intinya di DPKAD itu, mereka yang mengeluarkan anggaran sehingga mereka ferivikasi lagi. Pengurusannya kenapa belum selesai, karena proses tadi,” terang Damopolii.

Dia mengatakan, setiap hari ada 25 berkas yang diproses, dan kalau sudah diberi nomor, berkas tersebut siap dicairkan.

“Setiap hari itu ada kurang lebih 25 berkas yang diminta. Kalau sudah dinomorkan, berarti sudah siap dicairkan. Jadi tergantung orang yang melakukan proses di keuangan,” sebut Damopolii.

“Adakalanya 25 berkas itu tidak habis diproses sebab di keuangan bukan hanya melakukan proses itu (bantuan anak asuh, red), tapi ada misalnya proyek-proyek dan kegiatan-kegiatan lain karena se-Bolaang Mongondow Timur. Dan kalau jaringan juga tidak bagus, itu ada kendala karena ada keterkaitan. InsyaAllah akan tersalur semua,” sambungnya.

Dirinya menambahkan bahwa sampai hari ini ada sejumlah mahasiswa yang belum menandatangani kwitansi. Menurutnya, jika kwitansi tidak ditandatangani, berkasnya tidak akan diproses.

Baca Juga :   Seriusi Ancaman Covid-19, Landjar Warning Para Sangadi

“Ada beberapa anak yang belum menandatangani kwitansinya dengan alasan masih sementara kuliah. Kalau dia tidak datang menandatangani, otomatis tidak akan diproses, karena ada perjanjian yang dituangkan dalam peryataan,” tegasnya.

Kabag Kesra ini menyebutkan bahwa program pemerintah pusat tersebut akan berkelanjutan.

“Tahun depan Insyaallah program anak asuh ada, karena berkelanjutan. Inikan program pemerintah sehingga berkelanjutan. Kuotanya tergantung, kalau keuangan masih banyak otomatis ditambah, tapi kalau kurang disesuaikan,” tutup Damopolii. (Rey)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here