TOMOHON, TotabuanExpress.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI), melalui Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tomohon, menggelar sosialisasi Orientasi Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), Kamis (07/10/2021), di Aula Kantor Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah.

 

“Posbindu adalah pos pembinaan penyakit tidak menular. Yang kita ketahui sekarang penyakit menular itu merupakan penyakit mematikan terbesar di Indonesia, bahkan dunia. Seperti kanker, jantung, gula dan lainnya,” kata pelaksana program PTM Dinkes Sulut, Indri Mewengkang, saat diwawancarai media ini.

 

Ia menjelaskan, tujuan dilaksanakan Posbindu adalah untuk memantau Penyakit Tidak Menular (PTM).

“Dari 15 Kabupaten/Kota kami memilih Kota Tomohon. Karena, merupakan salah satu yang PTM tinggi. Contoh obesitas. Kota Tomohon adalah kota yang revalensi angka kejadian obesitas tertinggi di Indonesia,” ucap Mewengkang.

“Karena ini masih terhalang dengan pandemi, sehingga, kami sudah kembangkan lagi, Posbindu di masa pandemi. Jadi, posbindu tetap berjalan setiap bulan. Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat,” lanjutnya.

 

Ia mengatakan, sesuai data yang ada, Kota Tomohon merupakan kota yang revalensinya tertinggi di Indonesia.

 

“Saat ini, kami mengundang para camat dan lurah untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tomohon, untuk mengedukasi ke masyarakat tentang kegiatan ini. Agar manfaatnya bisa tercapai,” tuturnya.

 

 

Ia berharap, dengan berjalannya kegiatan ini, ke depan masyarakat kota Tomohon bisa sadar tentang bahayanya PTM ini.

 

“Karena banyak penyakit yang tidak memiliki gejala, nanti sudah sakit baru di ketahui. Ini menjadi hal utama dalam posbindu. Lakukan skrining di posbindu supaya cepat diketahui,” pungkasnya. (Etzar Frangky Tulung)

Baca Juga :   Dukungan Polres Tomohon, Senduk: Karena Menuju WBK dan WBBM Tidak Gampang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here