TOMOHON, TotabuanExpress.co.id – Sistem pendidikan di SMA Negeri 2 Tomohon, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Smandu, masih melaksanakan sistem (daring) dalam jaringan dan (luring) luar jaringan.

Hal itu disampaikan Wakil seksi (Wakasek) kesiswaan, Steven S. Montolalu, S.PD., yang mewakili Kepala Sekolah, Royke P. N. Rau, S.PD, M.PD., saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (20/09/2021).

“Sistem pendidikan di SMA Negeri 2 Tomohon mengacu kepada kurikulum 2013. Karena saat ini masih pandemi maka sebelum melaksanakan pembelajaran secara luring, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan,” ucap Montolalu.

“Yaitu, standar progresnya, memang beberapa bulan yang lalu sudah kami siapkan. Dan ini adalah alur mulai dari saat siswa datang ke sekolah, sampai mereka pulang,” lanjutnya.

 

Ia mengatakan, di setiap sekolah sudah ada perintah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Salah satu persyaratan adalah siswa dan tenaga pendidik harus divaksin.

“Untuk tenaga pendidik semua sudah divaksin. Untuk siswa belum 100 persen. Sehingga kita tinggal menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan Kota Tomohon, untuk melaksanakan vaksinasi di Smandu,” ujarnya.

“Kami sangat berharap, di bulan Oktober nanti kami sudah bisa melaksanakan kegiatan PTM terbatas,” tandasnya. (Etzar Frangky Tulung)

Baca Juga :   Pemecatan Praja IPDN Asal Sulut Tidak Adil, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here