Andriansa Bonte


Oleh: Matt Rey Kartorejo

Jika kita tidak memiliki apa yang kita sukai, maka sukailah apa yang kita miliki saat ini.”

Ungkapan ini mengalun dari bibir pria bernama Andriansa Bonte. Warga Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini menuturkan, yang bisa membuat seseorang bahagia itu adalah diri sendiri. Menurutnya, kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan materi tapi bagaimana cara bersyukur kepada Sang Pencipta agar mendapat kebahagian yang sesungguhnya.

Diakui, hari ini tidak sedikit orang yang menjadikan kekayaan materi sebagai standar kebahagiaan. Padahal kenyataan tidak begitu. Ada banyak alasan mengapa kebahagiaan yang hakiki tak bisa datang seketika hanya dengan mengeluarkan lembaran-lembaran uang, atau dengan menjual aset-aset mahal. Sebab bahagia memiliki rumahnya sendiri, yakni hati yang tenang dan damai.

“Maka, tak heran masih ada sebagian orang yang merasakan kekosongan hati, walau hidup sudah bertabur materi. Intinya, bagaimana cara bersyukur agar mendapatkan kebahagian yang esensial,” ucap pria yang akrab disapa Andri ini.

Soal bahagia, ia punya sudut pandang yang berbeda. Kata Andri, jika kebahagiaan bisa dibeli dengan uang, maka populasi orang tidak berada tentu sudah semakin langka hari ini.
Menurut Andri, untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, salah satu metode yang baik yaitu bersyukur kepada Sang Khalik.

Mantan mahasiswa jebolan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2007, Jurusan Fisika ini berucap, jika kebahagiaan ada di suatu tempat, pasti belahan di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana, berkumpul mencari kebahagiaan itu berada.

Andri berpendapat, kekayaan, ketenaran, kekuasaan, serta kecantikan, bukan suatu ukuran untuk bahagia, tapi bersyukur dan terus bersyukur kepada Tuhan, itulah bahagia.

Baca Juga :   Ketika Hati Bertutur, Oma Ros: Kita Tetap Amalia

“Jika kekayaan bisa membuat
orang bahagia, tentunya Adolf
Merckle, orang terkaya di Jerman,
tidak menabrakkan badannya ke
kereta api. Begitu juga jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis,” ujar Bonte.

“Dan jika kekuasaan bisa membuat
orang bahagia, tentunya G.Vargas,
presiden Brazil, tidak akan
menembak jantungnya. Begitu juga jika kecantikan bisa membuat
orang bahagia, tentunya Marilyn
Monroe, tidak akan meminum
alkohol dan obat depresi hingga
overdosis,” jelas Andri.

Pria yang sangat menyukai warna putih ini mengatakan, bahagia atau tidaknya hidup
seseorang, itu bukan ditentukan
oleh seberapa kayanya, tenarnya,
cantiknya, kuasanya, sehatnya
atau sesukses apapun hidupnya, namun kebahagian seseorang itu tergantung kepada dirinya sendiri.

Andri menegaskan, hal yang bisa membuat seseorang itu
bahagia adalah dirinya sendiri. Seberapa besar rasa syukur yang dimiliki, itulah ukuran kebahagiaan yang sesungguhnya.

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli,
pasti orang kaya akan membeli
kebahagiaan itu, dan kita akan
sulit mendapatkan kebahagiaan
karena sudah diborong oleh
mereka,” tutur pria yang doyan bubur Manado (tinutuan) ini.

Andri memastikan, kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia.

“Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu. Yang diperlukan adalah hati yang bersih dan ikhlas, serta pikiran yang jernih, maka kita bisa menciptakan rasa bahagia
itu kapanpun, di manapun dan
dalam kondisi apapun,” tandas Bonte. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here