Rengga Paputungan

Oleh Matt Rey Kartorejo


Senja mulai menyapa. Sedikit menatapi mega, asa terucap. Ketika bulan ramadhan kembali menjelang, jasa guru dan orang tua tak terhapus dari memori Sangadi (kepala desa) Kotabunan Selatan (Kotsel).

Senin 8 Maret 2021, daratan Timur Totabuan begitu cerah. Di atas bangunan spot area hutan mangrove, ucapan terima kasih dari ‘Sangadi’ Kotsel Rengga Paputungan tertutur. Kepala Desa Kotsel itu merasa, guru dan orang tuanya adalah pemberi haluan positif dalam hidupnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Rengga berterima kasih, dan menghargai semua yang telah guru dan bapaknya berikan. Kemurahan hati guru dan orang tuanya, dianggap telah memberi harapan baru.

“Terima kasih kepada guru dan orang tuaku yang selalu memberikan arah dan petunjuk yang baik. Namamu akan kutulis di dalam hatiku dengan tinta emas,” gores Rengga, di akun facebooknya.

Bulan Ramadhan, bulan penuh kebaikan, keberkahan, bulan yang mulia dan penuh ampunan semakin dekat. Nasehat serta pesan positif dari Rengga tertulis rapi di akun media sosial miliknya. Pesan moral itu ia utarakan untuk memupuk kebaikan dan rasa persaudaraan.

“Salam baku-baku bae.
Torang samua Basudarah.
Mohon maaf lahir batin,” tulis Sangadi termuda di Boltim ini.

Sangadi Kotabunan Selatan menurut penuturan kebanyakan orang, hatinya begitu bersih. Ketulusan dan keikhlasan adalah sifat utama yang dimilikinya. Urusan pelayanan di Desa,  Ia tak pernah membeda-bedakan masyarakat yang datang kepadanya, semua dilayani dan diperlakukan sama. Semoga tetaplah demikian. (*)

 

Baca Juga :   Cerita Warga Boltim Hanyut Berhari-hari di Perairan Boltim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here