TOMOHON, TotabuanExpress.co.idPeran media massa dianggap penting dalam rangka menciptakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang sejuk di kota Tomohon. Pandangan ini mengalir dari Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon, Divisi Teknis, Robby Golioth, saat membuka agenda ‘Coffe Morning’ yang digelar di kantor KPU Kota Tomohon, Jumat (2/10/2020).

“Kami mengundang kawan-kawan jurnalis, dengan harapan bisa mendiskusikan banyak hal terkait Pilkada Serentak 2020 ini dalam kacamata media. Kita berharap juga bisa mendapatkan masukan, agar ke depan pilkada di kota Tomohon bisa berjalan dalam atmosfer yang baik,” kata Golioth.

Diakui, penyelenggara pemilihan umum di kota Tomohon sangat berharap para jurnalis dan media massa dapat membantu KPU Tomohon dengan memberikan informasi yang menyejukkan bagi publik.

“Kawan-kawan jurnalis nantinya bisa membantu untuk memberikan informasi ke masyarakat, agar masyarakat Tomohon bisa mendapatkan informasi yang benar dan valid, sekaligus menghadirkan kesejukan di tengah tensi pilkada yang tinggi,” tuturnya.

“Semoga diskusi kita ini bisa memberikan nuansa yang positif bagi penyelanggaran pilkada di Tomohon,” kunci Golioth.

Dalam kegiatan ini penyelenggara mengundang Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut), Voucke Lontaan, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Lynvia Gunde, dan jurnalis senior Sulut Idham Malewa, sebagai pemantik dalam diskusi yang dipandu Komisoner KPU Tomohon Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Stenly Kowaas.

Idham Malewa yang mendapat kesempatan bicara pertama, mengkritisi peran jurnalis, media dan soal keberpihakan. Menurutnya, potensi konflik dalam pilkada di setiap daerah selalu ada, dan lawan serius media maenstream saat ini adalah media sosial (medsos).

Idham juga menegaskan soal keberpihakan jurnalis kepada kebenaran, berdasarkan fakta dan data, serta soal independensi.

Baca Juga :   Gandeng TNI-Polri, PMI Tomohon Semprot Disinfektan di Sejumlah Fasilitas Publik

Sementara, Lynvia Gunde membahas lebih dalam soal ‘Watchdog Journalism in Election’. Menurutnya, jurnalis punya peran penting sebagai ‘penggonggong’ saat melihat setiap hal yang tidak benar dalam pelaksanaan pilkada.

Di bagian akhir, Voucke Lontaan bicara soal ‘Pilkada 2020 Berkualitas, Sehat dan Berbudaya’. Ia memaparkan soal pers yang punya fungsi kontrol sosial dan  pers sebagai pilar ke empat demokrasi. Kode etik jurnalistik juga jadi bahan diskusi serius Lontaan.

Turut hadir dan berdiskusi bersama para jurnalis yang hadir, Ketua KPU Tomohon Harryanto Lasut, serta Komisoner Divisi Hukum dan Pengawasan Jacobus Wowor.
(Rikson Karundeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here