TUTUYAN, TotabuanExpress.co.id – Harga ikan di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mengalami kenaikan. Cuaca ektrem dan bulan purnama jadi pemicu. Hal itu berpengaruh pada harga ikan di pasaran. Pasokan ikan di pasar menjadi terganggu, sehingga harganya menjadi mahal.

Yanti, Warga Bulawan, Kecamatan Kotabunan, salah satu penjual ikan mengaku, naiknya harga ikan karena nelayan yang menggunakan perahu besar atau “pajeko” tidak ada yang melaut disebabkan musim bulan purnama.

“Harga ikan sekarang mahal. Biasa kalau ikan Malalugis, dalam satu keranjang seratus ribu rupiah, sekarang naik 230 rupiah per keranjang. Begitu juga ikan Cakalang. Sebelumnya dijual dengan 17 ribu lima ratus rupiab per kilo gram (kg) kini naik sampai 22 ribu per kilo,” ujar Yanti.

Tuturan yang sama dikatakan Uyang Siantury, warga Tutuyan. “Harga ikan sekarang mahal karena bulan terang jadi nelayan jarang melaut, ikan juga jarang. Sekarang kami membeli ikan dari Desa Belang kalau di sini (Boltim,red) tidak ada ikan,” kata Uyang, saat diwawancarai media ini, Minggu (7/6/2020).

“Meski demikian, ikan yang dijual tetap habis terjual  karena para pembeli juga banyak yang datang membeli,” sambungnya.

Tingginya harga ikan di pasaran, tetapi daya beli tidak berpengaru. Pantauan media ini, pembeli terus berdatanagn meski kondisi di Desa Tutyan cuacanya hujan.
(Dio Jubair)

Baca Juga :   Kepiawaian Faruk Langaru Pimpin PWI Boltim, 12 Peserta UKW Berkompeten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here