Tompaso, totabuanexpress.co.id – Publik Minahasa dibuat cemas. Informasi meninggalnya seorang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Coronavirus Disease 2019(Covid-19) yang dikebumikan di Kecamatan Tompaso, jadi pemicu. Merespon hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa langsung angkat bicara.

Assisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa, Denny Mangala saat dikonfirmasi, Selasa (07/04/2020), tak menampik hal ini.

“Betul dan sudah disemayamkan tadi di Tompaso,” beber Mangala.

Meski begitu, Mangala membantah jika almarhum merupakan PDP yang berasal dari Kabupaten Minahasa.

“Almarhum itu PDP di Manado, karena beliau domisili di Manado. Tapi, karena almarhum kampungnya di Tompaso maka dikebumikan di Tompaso,” jelasnya.

Dijelaskan Mangala, meski belum berstatus positi corona, proses pemakaman tetap dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Covid-19.

“Pasien memang belum positif. Tapi, karena sudah berstatus PDP maka tetap dikebumikan sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

“Jadi dari almarhum dikebumikan oleh petugas kesehatan dari Manado lengkap dengan APD (Alat Pelindung Diri,red), dan langsung dikebumikan tanpa disemayamkan di rumah keluarga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, almarhum merupakan PDP yang dirawat di RSUP. Prof. Kandou Malalayang. Berdasarkan informasi yang dihimpun almarhum memiliki riwayat penyakit paru-paru. (Kharisma)

Baca Juga :   DLH Boltim Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here