Wakil Bupati Rusdi Gumalangit menyampaikan pidato pada acara penutupan kegiatan Bimtek Percepatan Kewenangan Desa.

RATATOTOK, TotabuanExpress.co.id – Warga Desa Ratatotok Satu, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) digegerkan dengan penemuan mayat lelaki pada Jumat (6/12) pukul 10.15 Wita.

Korban atas nama Yulianus Pelealu, (70), pertama kali di temukan
oleh Noe Todindi (51) warga Desa Ratatotok Selatan dalam kondisi tidak bernyawa.

Adapun kronologis kejadian, sekitar pukul 08.00 Wita, saksi hendak ke Kebun Linggoy, yang berlokasi di Desa Ratatotok Dua, Kecamatan Ratatotok Kabupaten Mitra, kemudian berpapasan dengan Korban yang pada saat itu dalam keadaan wajah mengalami luka lecet dan berjalan sempoyongan.

pada sekitar jam 10.15 Wita Saksi hendak menyusul korban untuk membawa pulang ke rumah, karena saksi merasa kasihan dengan keadaan korban namun ketika disusul, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tertelungkup di pinggir Sungai perkebunan Linggoy.

Melihat keadaan tersebut saksi pulang untuk melaporkan ke kelurga korban yang ada di Desa Ratatotok selatan, pada saat di perjalanan saksi bertemu dengan Anggota TNI Kopka Andi Najamudin, (40) warga Desa Ratatotok Dusun IV Kecamatan Ratatotok yang akan ke kebun Linggoy kemudian menjelaskan tentang kejadian tersebut.

Selanjutnya pada sekitar jam 10.45 Wita Anggota TNI tersebut datang melaporkan peristiwa penemuan mayat ke Polsek Ratatotok.

Mendapat laporan itu, Anggota Polsek Ratatotok Aiptu E. Kario, Bripka R. Winokan dan Brig. H. Masie langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ketika tiba di TKP korban telah di evakuasi oleh saksi bersama ponakan korban Yani Pelealu, selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit Ratatotok Buyat.

Dari hasil keterangan anak korban Olita Pelealu, bahwa KorbanĀ  suka jalan-jalan sampai berhari-hari baru pulang ke rumah dan kemungkinan saat itu korban dalam keadaan kondisi lemah.

Baca Juga :   Dikabarkan Hilang di Hutan, Hasan Wahiji Ditemukan Dalam Keadaan Lemas

Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menyatakan menolak untuk di lakukan otopsi karena menurut mereka ini sudah kehendak Tuhan dan korban mengalami gangguan kesehatan.
(Gunawan Mamonto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here